Wakil Ketua DPRD Terima Demo Warga Trimulyo

April 10, 2018
Wakil Ketua DPRD Terima Demo Warga Trimulyo Wakil Ketua DPRD, M.Albar, saat menerima Demo Warga desa Trimulyo

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, M.Albar, menerima demo warga desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, Selasa, 10 April, di Gedung DPRD Kabupaten Wonosobo.

Menurut koordinator aksi, Hendro Dwi P, demo dilakukan ratusan warga desa Trimulyo, karena warga tidak terima dengan putusan Hakim Pengadilan Negeri Wonosobo, yang menjatuhkan putusan atau vonis 2 tahun penjara untuk 2 tersangka dan 1 tahun masa pembinaan untuk 1 tersangka, terkait dengan meninggalnya Ahmad Eko Prasetyo, pelajar MTS Maarif Ngalian asal Desa Trimulyo, akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh 3 orang Pelajar SMP 3 Kaliwiro pada tanggal 30 Januari 2018 di Jembatan Kepodang Dusun Lumiring, Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang. Putusan sendiri dibacakan hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Wonosobo pada Hari Kamis, 5 April 2018.

Putusan ini dirasa warga sangat ringan, karena apa yang dilakukan pelaku terhadap korban sangat memberatkan, tidak hanya bagi korban yang kehilangan nyawanya, tapi keluarga dan juga warga masyarakat desa Trimulyo Kecamatan Wadaslintang. Apalagi saat di persidangan, para pelaku dijerat dengan Pasal 76 juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, serta Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan dalam proses sidang pengadilan, beberapa saksi yang dihadirkan terkesan memojokkan korban, padahal korban dikenal di tengah warga Trimulyo, sebagai anak yang baik, bahkan hafal 2 Juz Al Qur’an.

Oleh karena itu, warga desa memohon kepada para penegak hukum untuk memberikan sanksi atau hukuman maksimal bagi para tersangka, sembari memohon bantuan kepada para anggota DPRD maupun Bupati Wonosobo, untuk ikut serta dalam pengawalan proses banding agar hukum benar-benar ditegakkan. Selain itu, pihaknya juga memohon kepada DISDIKPORA untuk mengevaluasi proses belajar mengajar di tiap sekolah, agar hal serupa tidak terulang lagi, khususnya di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Ditegaskan Hendro, pada intinya, warga desa Trimulyo tidak akan tinggal diam dan menetang keras dengan vonis yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri Wonosobo atas 3 tersangka tersebut, karena dinilai belum maksimal dan mendukung sepenuhnya upaya hukum naik banding.

Terkait tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, M.Albar, mendukung apa yang disuarakan warga masyarakat desa Trimulyo, dan berjanji akan ikut mengawal proses upaya hukum naik banding atas putusan Pengadilan Negeri yang dirasa oleh warga masih sangat ringan ini sampai selesai. Pihaknya mengapresiasi demo yang dilakukan warga ke Gedung DPRD, yang mana demo sebelumnya dilakukan di kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Wonosobo dan dilanjutkan ke kantor Bupati Wonosobo, sembari meminta agar sepulangnya warga ke desa Trimulyo, segera dilakukan musyawarah warga untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, sehingga kasus ini bisa segera dituntaskan. Pihaknya menyilakan warga desa Trimulyo untuk melakukan rapat dengar pendapat lebih dalam dan lebih detail terkait upaya hukum naik banding tersebut dengan DPRD Kabupaten Wonosobo, melalui Komisi A, agar segera ditemukan solusi terbaik dalam pemecahan kasus hukum ini.