DPRD Wonosobo Terima Kunjungan Kerja Terpadu DPRD Kota Solok

Maret 14, 2017
DPRD Wonosobo Terima Kunjungan Kerja Terpadu DPRD Kota Solok Wakil Ketua DPRD Wonosobo Sumardiyo saat serahkan cindera mata pada Ketua Rombongan DPRD Kota Solok

Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat, ditemani Wakil Ketua DPRD, M.Albar dan Sumardiyo, serta Komisi B dan D DPRD Wonosobo, menerima kunjungan kerja terpadu DPRD Kota Solok Provinsi Sumatera Barat, Selasa, 14 Maret di Ruang Rapat Utama DPRD.

Menurut Ketua Rombongan Kunker DPRD Kota Solok yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Kota Solok, Daswi Petra, kunjungan kali ini dimaksudkan untuk mencari bahan masukan dan perbandingan mengenai Agro bisnis dan pelayanan kesehatan, khususnya akreditasi puskesmas, sehingga nantinya bahan masukan ini bisa diterapkan di Kota Solok.

Selain itu, kunjungan kerja juga dilakukan sebagai upaya peningkatan peran dan tanggung jawab Lembaga DPRD serta pelaksanaan fungsi DPRD, baik fungsi legislasi, pengawasan maupun anggaran. Terkait hal ini, agar diperoleh masukan yang lengkap, seluruh anggota DPRD Kota Solok melakukan kunjungan kerja terpadu, yang mana untuk efisiensi waktu, kunker terpadu dibagi dalam 3 kelompok, yakni kunker ke Mataram dan Lombok Utara, kunker ke Magelang dan Batu serta kunker ke Wonosobo dan Kota Semarang.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Wonosobo, Afif Nurhidayat menyampaikan, pihaknya saat ini sangat serius mendukung dan mendorong upaya Pemkab, dalam mewujudkan Wonosobo sebagai kota wisata, melalui penguatan berbagai potensi alam yang dimiliki, seperti Dieng, serta mendorong pihak industri, seperti BUMD, untuk mengembangkan sektor usaha yang bisa mendukung terciptanya Wonosobo sebagai kota tujuan wisata. Salah satunya ikut mendorong PT.Perkebunan Teh Tambi, untuk lebih mengembangkan usaha yang dilakukan, seperti melalui agrowisata, yang mana hal ini bisa memperkuat sektor pariwisata di Wonosobo. Dan yang terpenting, keberadaannya bisa ikut meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo secara umum.

Hal ini ditambahkan Direktur Umum PT.Perkebunan Teh Tambi Wonosobo, Agus Wibowo, yang menyampaikan dari luasan 830 Ha, ada 3 Unit Perkebunan yang dikelola yakni UP Tambi, Bedakah dan Tanjungsari. Di UP Tambi dan Tanjungsari, dikembangkan sektor usaha agrowisata, sehingga bisa ikut mendukung sektor wisata di Wonosobo. Saat ini untuk sektor agrowisata, pihaknya selain telah memiliki paket wisata seperti outbond dan sarana edukasi, tea walk, tea plantation, tea farming dan paket wedding, juga tengah dikembangkan sektor peternakan, sebagai bagian dari pertanian lestari dalam satu konsep integrated farming.

Sedangkan terkait akreditasi puskesmas, ditegaskan Afif, DPRD Wonosobo juga punya komitmen mendukung program pemerintah dalam pembangunan kesehatan, sehingga bisa lebih meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,yang sesuai dengan standard pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur, termasuk mendukung upaya peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan ketersediaan dan peningkatan kualitas layanan institusi kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, Puskemas Pembantu (Pustu) dan PKD. Termasuk di dalamnya pelaksanaan akreditasi puskesmas yang menyeluruh sampai jalur pelayanan di bawahnya, sehingga bisa lebih mengoptimalkan standarisasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Bambang Suryawardono menambahkan, untuk akreditasi puskesmas, pihaknya mendapat dukungan penuh dari DPRD, khususnya dari sisi penganggaran, yang mana pada tahun ini anggaran untuk akreditasi puskesmas sebesar 1 milyar 46 juta rupiah, yang direncanakan akan dialokasikan bagi akreditasi di 9 puskesmas. Anggaran ini dimanfaatkan untuk pendampingan, perbaikan sarana prasarana dan proses penilaian atau survei akreditasi nasional. Saat ini Wonosobo sudah punya 4 tim pendamping akreditasi yang masing-masing beranggotakan 1 dokter, 1 paramedis dan 1 tenaga administrasi. Dan sedang dilatih satu pendamping lagi di Provinsi Jawa Tengah. Tim ini akan mengawal proses akreditasi dari awal sampai selesai. Proses akreditasi sendiri difokuskan pada administrasi puskesmas, pelayanan medis dan usaha kesehatan masyarakat.

Kunker terpadu ini dilanjutkan dengan melakukan study lapangan ke pabrik PT.Perkebunan Teh Tambi Kejajar, untuk melihat langsung proses pembuatan teh, yang dikemas dalam sebuah paket wisata Tea Walk, serta kunjungan lapangan ke Puskesmas Selomerto I, untuk melihat langsung bentuk layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.