MASYARAKAT HARUS JELI PILIH WAKIL RAKYAT

Penulis : Ika Sulistya Putra DW, ST  ( Ketua Komisi B DPRD/ Ketua Fraksi PAN DPRD)

Tanggal 23 - 26 Agustus 2013, KPU telah mengumumkan bakal - bakal calon anggota legislatif yang telah lolos verifikasi dalam Daftar Caleg Tetap (DCT). Artinya bahwa secara administratif mereka sudah lolos dan siap berkompetisi pada pemilu legislatif yang akan dilaksanakan tanggal 9 April 2014.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2012, tahapan selanjutnya hingga awal bulan November 2013 adalah penyelesaian sengketa atas permasalahan DCT. Inilah kesempatan masyarakat untuk ikut menyeleksi sejak dini DCT tersebut, sehingga calon-calon wakil rakyat yang akan dipilih benar-benar memiliki kapasitas yang baik serta integritas moral yang baik pula. Masalahnya adalah, apakah masyarakat mau dan peduli untuk menilai politisi, calon politisi, atau aktivis parpol ? dan apakah masyarakat mampu menilai, siapa saja calon-calon wakil rakyat yang sudah mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang dua hal mendasar, yakni sistem pemilu (election system) maupun proses (electoral process) yang akan berlaku pada Pemilu 2014 mendatang.

Logistik atau aspek finansial saja tidak cukup. Pengetahuan yang cukup tentang sistem dan tahapan pemilu merupakan variabel yang amat menentukan buat para calon yang mau bertanding dan akan menjadi wakil rakyat untuk masa 5 tahun yang akan datang. Bila tidak, maka siap-siaplah menghadapi kenyataan pahit kedepan dimana produk-produk demokrasi yang dipilih langsung oleh rakyat di DPRD nantinya tidak memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas moral yang memadai.

Itulah pentingnya kepedulian masyarakat agar sejak dini memahami dan mengkritisi DCT Pemilu 2014, sehingga para calon yang akan menduduki kursi tersebut sudah benar-benar siap mewakili kepentingan rakyat.

Untuk itu melalui artikel singkat ini, saya selaku praktisi politik merasa berkepentingan menyampaikan hal ini melalui media. Dengan harapan masyarakat umum, ormas, dan lembaga-lembaga kemasyarakatan bisa ikut menyeleksi para calon yang lolos DCT.

Karena KPU hanya memverifikasi DCT tersebut secara administratif, tetapi tidak memverifikasi kapasitas, kapabilitas, dan integritas para calon. Dengan kemampuan masyarakat sebagai pemilih yang cerdas dan jeli, maka ada harapan para wakil rakyat yang bakal menduduki kursi di parlemen merupakan sosok yang bisa bekerja untuk rakyat.

Dampaknya dalam proses monitoring dan legislatif pada masa mendatang akan mencerminkan wakil-wakil rakyat yang mampu bekerja dalam mengawal program pembangunan.

Sumber: Gema Legislasi, Jawa Pos 2013